Seiring berkembangnya zaman,
berkembang pula teknologi-teknologi modern yang dapat mengubah peradaban dunia,
dan tentu saja teknologi-teknologi modern tersebut dilahirkan oleh orang-orang
yang berilmu pengetahuan dan memiliki pemikiran yang kritis tentang bagaimana
menciptakan sesuatu yang dapat mengembangkan dunia menjadi lebih baik. Sejumlah
ide-ide dan karya-karya terbaik mereka tentu saja tidak terlahir dan keluar
begitu saja, pasti ada yang mengeluarkan dan ada yang mengajarkan bagaimana
ide-ide dan karya-karya tersebut dapat lahir dan berguna untuk kehidupan.
Faktanya, di dunia ini ada dua
kategori manusia yang berguna untuk kehidupan yaitu orang memberikan ilmu dan
mencari sekaligus menerima ilmu itu yang selanjutnya mengamalkannya kepada
setiap orang. Orang bisa sukses dan dapat mengubah peradaban dunia karena ilmu,
karena dia diberikan ilmu oleh seorang pemberi ilmu dan menerimanya dengan
senang hati yang kemudian mengamalkannya untuk kehidupan.
. . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . .
Jika kita berbicara tentang orang yang
memberikan ilmu tentu saja perhatian kita tertuju kepada sesosok pahlawan tanpa
tanda jasa yang telah melahirkan orang-orang yang dapat memajukan dunianya,
siapa mereka? Murid sekolah Dasar juga tahu bahwa dia adalah guru, guru yang telah memberikan ilmu yang tak ternilai untuk kita, setiap kata yang diajarkannya sangat berharga, seorang anak yang tak tahu apa-apa tentang dunia dan tidak berilmu pengetahuan bahkan satu tambah satu dia tidak tahu menjadi tahu berkat ilmu yang disalurkan oleh seorang guru, seorang presiden pun bisa saja menjadi anak yang hanya bisa bermain bola jika dia tidak menerima ilmu dari seorang guru. Tanpa guru kita tidak akan menjadi orang yang sukses dan tentu saja tidak bisa masuk dalam finalis orang-orang terkemuka yang dapat mengubah peradaban dunia dengan segelintir ide-ide cemerlang.
Bakti dari seorang guru tidak bisa dihitung dan dibalas hanya dengan materi, sama seperti orang tua tepatnya seorang Ibu yang telah melahirkan kita, jasanya tidak bisa kita balas dengan apa pun yang ada di dunia ini, kita hanya bisa berbakti dan tidak menyakiti hatinya. Begitu juga dengan guru, guru merupakan orang tua kita di sekolah, kewajiban kita terhadapnya juga sama yaitu menghormatinya.
Guru tidak mengharap tuntutan apa
pun dari siswa-siswanya, mereka hanya ingin melihat anak didiknya sukses.
Seorang siswa yang berpikir positif tentu merasakan bahwa guru hanya
mengharapkan rasa hormat dari para siswanya, tidak lebih dari itu, seorang
siswa yang berpikir positif juga tidak akan berpikir bahwa selama ini guru
bertugas memberikan ilmu kepada siswa-siswanya hanya untuk memperoleh pujian
atas pengabdiannya.Namun sangat disayangkan, kebanyakan siswa tidak tahu apa arti pengabdian dari seorang guru, sehingga mereka melakukan kesalahan terbesar dengan melalaikan kewajiban mereka sebagai seorang siswa yang harus menghormati gurunya. Siswa-siswa yang seperti itu lebih sering membuat keributan di kelas, mengganggu teman yang sedang belajar sehingga membuat suasana kelas menjadi tidak nyaman, dan parahnya mereka tidak menganggap keberadaan seorang guru di kelas tersebut. Selain itu, mereka juga sering tidak mengerjakan tugas maupun homework yang diberikan oleh guru dan terlambat masuk kelas karena keasyikan bermain-main di luar kelas yang melebihi batas waktu istirahat. Mungkin ada sebagian guru yang tidak mempedulikan dan tidak mempermasalahkan mengenai hal tersebut, namun siapa pun guru itu pasti pernah merasakan bahwa siswa itu tidak menaruh rasa hormat kepadanya.
Rasa hormat kepada guru sangat perlu ditumbuhkan dalam benak diri masing-masing siswa, agar mereka bisa lebih memaknai arti pengabdian dari seorang guru dan arti dari setiap tetesan keringat seorang guru yang telah lelah dari pagi hingga sore memberikan ilmu kepada siswa-siswanya demi mewujudkan pengabdiannya kepada Negara.
Oleh sebab itu, jangan pernah melalaikan salah satu kewajiban dari seorang siswa kepada gurunya yaitu selalu menghormati gurunya kapanpun dan di manapun kita berada. Siswa yang baik adalah siswa yang senantiasa patuh kepada guru (dalam hal positif) dan berusaha semampunya untuk tidak pernah menyakiti hati guru sebagaimana kita tidak pernah menyakiti hati orang tua kita di rumah. (^__^)
No comments:
Post a Comment